{"id":681,"date":"2024-09-15T10:52:33","date_gmt":"2024-09-15T03:52:33","guid":{"rendered":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/?p=681"},"modified":"2024-09-16T20:47:05","modified_gmt":"2024-09-16T13:47:05","slug":"sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/","title":{"rendered":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya."},"content":{"rendered":"\n<p>Saat pertama kali bahasa pemrograman diciptakan pada tahun 1956 hingga sekarang, banyak sekali tercipta bahasa pemrograman yang baru ataupun sebuah framework baru. Semua bahasa pemrograman yang ada sekarang ini mempunyai ciri khas dan kegunaannya sendiri. Ada yang digunakan untuk membuat sebuah website, ada juga untuk sebuah aplikasi android, game PC, dan lain lain. Kita dapat menemukan banyak sekali contoh penerapan bahasa pemrograman pada sebuah aplikasi pada gadget kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari waktu ke waktu, kebutuhan dalam mengakses sebuah informasi menjadi sangat cepat. Sebuah bahasa pemrograman dapat menentukan kecepatan dan keefektifan dalam mengakses sebuah informasi. Maka dari itu, kita memerlukan sebuah bahasa pemrograman yang cepat, ringan, dan tidak kalah efisiennya dengan bahasa pemrograman lain. Kita dapat menemukan hal tersebut pada bahasa pemrograman Lua.<\/p>\n\n\n\n<p>Lua\u00a0dari bahasa Portugis :\u00a0lua\u00a0yang berarti &#8220;bulan&#8221;. merupakan\u00a0bahasa pemrograman\u00a0ringkas yang dirancang sebagai\u00a0bahasa pemrograman dinamis\u00a0berbasis\u00a0skrip\u00a0dengan semantik yang dapat dikembangkan atau ditambahkan. Sebagai bahasa skrip, Lua memiliki\u00a0API\u00a0dalam bahasa\u00a0C\u00a0yang relatif lebih sederhana dibandingkan bahasa skrip lainnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"256\" height=\"255\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/4-Easiest-Programming-Languages-to-start-learning-coding.jpeg?resize=256%2C255&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-684\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/4-Easiest-Programming-Languages-to-start-learning-coding.jpeg?w=256&amp;ssl=1 256w, https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/4-Easiest-Programming-Languages-to-start-learning-coding.jpeg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 256px) 100vw, 256px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Sejarah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lua ditulis pertama kali oleh Roberto Ierusalimschy, Luiz Henrique de Figueiredo, dan Waldemar Celes yang merupakan anggota Computer Graphics Technology Group (Tecgraf) pada universitas Pontifical Catholic, Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 1993. Secara historis, bahasa pemrograman Lua berawal dari bahasa pemrograman yang digunakan untuk pendeskripsian serta entri data, serta pengkonfigurasian suatu sistem yang masing-masing dikembangkan secara terpisah oleh tecgraf dari tahun 1992 hingga tahun 1993. Tujuan pengembangan tersebut awalnya merupakan usaha untuk menambahkan fitur serta meningkatkan fleksibilitas atas dua proyek pengembangan perangkat lunak yang sedang mereka kerjakan saat itu. Namun terdapat kekurangan atas alur kontrol atas bahasa tersebut sehingga menumbuhkan ide untuk mengembangkannya lebih lanjut dengan fitur-fitur dasar yang lengkap sebagai sebuah bahasa pemrograman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penggunaan Lua<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"464\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Top-6-Programming-Languages-for-Data-Science.jpeg?resize=696%2C464&#038;ssl=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-683\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Top-6-Programming-Languages-for-Data-Science.jpeg?w=735&amp;ssl=1 735w, https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/Top-6-Programming-Languages-for-Data-Science.jpeg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dikarenakan Lua mempunyai performa yang baik sekaligus cepat dan tidak kalah dengan bahasa pemrograman lain. Banyak developer terkenal telah menjadikan Lua sebagai bahasa pemrograman utama di aplikasi mereka. Berikut contoh penggunaan Lua;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menjadi komponen populer dalam pembuatan video game dan game engine. Contoh game yang menggunakan Lua dalam video game yaitu pada Warframe dan World of Warcraft. Untuk game engine kita dapat menemui pada CRYENGINE yang menggunakan Lua sepenuhnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi bahasa pemrograman di banyak aplikasi jaringan. Seperti CISCO System, Nmap, dan ModSecurity<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi bahasa pemrograman di aplkasi industri seperti Adobe Lightroom dan MySQL Workbench<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi sebuah library dimanan progammer dapat mengintegrasikannya kedalam program mereka menjadi sebuah fungsi scripting<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div><p id=\"pvc_stats_681\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"681\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif?resize=16%2C16&#038;ssl=1\" border=0 \/><\/p><div class=\"pvc_clear\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat pertama kali bahasa pemrograman diciptakan pada tahun 1956 hingga sekarang, banyak sekali tercipta bahasa pemrograman yang baru ataupun sebuah framework baru. Semua bahasa pemrograman yang ada sekarang ini mempunyai ciri khas dan kegunaannya sendiri. Ada yang digunakan untuk membuat sebuah website, ada juga untuk sebuah aplikasi android, game PC, dan lain lain. Kita dapat [&hellip;]<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_681\" class=\"pvc_stats all  \" data-element-id=\"681\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\" data-prefix=\"far\" data-icon=\"chart-bar\" role=\"img\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" viewBox=\"0 0 512 512\" class=\"svg-inline--fa fa-chart-bar fa-w-16 fa-2x\"><path fill=\"currentColor\" d=\"M396.8 352h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V108.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v230.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm-192 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V140.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v198.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zm96 0h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8V204.8c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v134.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8zM496 400H48V80c0-8.84-7.16-16-16-16H16C7.16 64 0 71.16 0 80v336c0 17.67 14.33 32 32 32h464c8.84 0 16-7.16 16-16v-16c0-8.84-7.16-16-16-16zm-387.2-48h22.4c6.4 0 12.8-6.4 12.8-12.8v-70.4c0-6.4-6.4-12.8-12.8-12.8h-22.4c-6.4 0-12.8 6.4-12.8 12.8v70.4c0 6.4 6.4 12.8 12.8 12.8z\" class=\"\"><\/path><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":682,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pmpro_default_level":"","tdm_status":"","tdm_grid_status":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[270,1],"tags":[250,244,243,245,247,246,248,249],"class_list":{"0":"post-681","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-art-hobbies","8":"category-article","9":"tag-fungsi-lua","10":"tag-lua","11":"tag-pemrograman-lua","12":"tag-penggunaan-lua","13":"tag-programing-language-lua","14":"tag-programming-language","15":"tag-roblox-programming-language","16":"tag-sejarah-pemrograman-lua","17":"pmpro-has-access"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.8 (Yoast SEO v24.2) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya. - another story<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya.\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat pertama kali bahasa pemrograman diciptakan pada tahun 1956 hingga sekarang, banyak sekali tercipta bahasa pemrograman yang baru ataupun sebuah framework baru. Semua bahasa pemrograman yang ada sekarang ini mempunyai ciri khas dan kegunaannya sendiri. Ada yang digunakan untuk membuat sebuah website, ada juga untuk sebuah aplikasi android, game PC, dan lain lain. Kita dapat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"another story\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-15T03:52:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-16T13:47:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1100\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"619\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tania Joviana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tania Joviana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tania Joviana\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/906c21e9a15e4af87d46923fd67dcaa4\"},\"headline\":\"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya.\",\"datePublished\":\"2024-09-15T03:52:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-16T13:47:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\"},\"wordCount\":392,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1\",\"keywords\":[\"fungsi lua\",\"lua\",\"pemrograman lua\",\"penggunaan lua\",\"programing language lua\",\"programming language\",\"roblox programming language\",\"sejarah pemrograman lua\"],\"articleSection\":[\"Art &amp; Hobbies\",\"Article\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\",\"url\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\",\"name\":\"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya. - another story\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1\",\"datePublished\":\"2024-09-15T03:52:33+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-16T13:47:05+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1\",\"width\":1100,\"height\":619},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/home-2\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/\",\"name\":\"another story\",\"description\":\"side breaking articles\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0\"},\"alternateName\":\"a side story\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0\",\"name\":\"Jimmy Koproto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc3f40ec79a86c0e43e8ee2c3296f68a?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc3f40ec79a86c0e43e8ee2c3296f68a?s=96&r=g\",\"caption\":\"Jimmy Koproto\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"description\":\"i'm an artist\",\"sameAs\":[\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/906c21e9a15e4af87d46923fd67dcaa4\",\"name\":\"Tania Joviana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b47365d375658bcb690256a88e110f88?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b47365d375658bcb690256a88e110f88?s=96&r=g\",\"caption\":\"Tania Joviana\"},\"sameAs\":[\"www.youtube.com\/@taniajovianaa\"],\"url\":\"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/author\/cubie\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya. - another story","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya.","og_description":"Saat pertama kali bahasa pemrograman diciptakan pada tahun 1956 hingga sekarang, banyak sekali tercipta bahasa pemrograman yang baru ataupun sebuah framework baru. Semua bahasa pemrograman yang ada sekarang ini mempunyai ciri khas dan kegunaannya sendiri. Ada yang digunakan untuk membuat sebuah website, ada juga untuk sebuah aplikasi android, game PC, dan lain lain. Kita dapat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/","og_site_name":"another story","article_published_time":"2024-09-15T03:52:33+00:00","article_modified_time":"2024-09-16T13:47:05+00:00","og_image":[{"width":1100,"height":619,"url":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tania Joviana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tania Joviana","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/"},"author":{"name":"Tania Joviana","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/906c21e9a15e4af87d46923fd67dcaa4"},"headline":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya.","datePublished":"2024-09-15T03:52:33+00:00","dateModified":"2024-09-16T13:47:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/"},"wordCount":392,"publisher":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0"},"image":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1","keywords":["fungsi lua","lua","pemrograman lua","penggunaan lua","programing language lua","programming language","roblox programming language","sejarah pemrograman lua"],"articleSection":["Art &amp; Hobbies","Article"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/","url":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/","name":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya. - another story","isPartOf":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1","datePublished":"2024-09-15T03:52:33+00:00","dateModified":"2024-09-16T13:47:05+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1","width":1100,"height":619},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/sejarah-pemrograman-lua-dan-penggunaannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/home-2\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Pemrograman Lua dan Penggunaannya."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/","name":"another story","description":"side breaking articles","publisher":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0"},"alternateName":"a side story","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/c4101cf5129c23360eacd3861732c5c0","name":"Jimmy Koproto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc3f40ec79a86c0e43e8ee2c3296f68a?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc3f40ec79a86c0e43e8ee2c3296f68a?s=96&r=g","caption":"Jimmy Koproto"},"logo":{"@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/"},"description":"i'm an artist","sameAs":["https:\/\/jimmykoproto.com\/blog"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/906c21e9a15e4af87d46923fd67dcaa4","name":"Tania Joviana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b47365d375658bcb690256a88e110f88?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b47365d375658bcb690256a88e110f88?s=96&r=g","caption":"Tania Joviana"},"sameAs":["www.youtube.com\/@taniajovianaa"],"url":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/author\/cubie\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/lua.jpg?fit=1100%2C619&ssl=1","jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":685,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/681\/revisions\/685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jimmykoproto.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}